--> WAWASAN FOREX: TEKHNIKAL

Info Seputar Dunia Forex

Showing posts with label TEKHNIKAL. Show all posts
Showing posts with label TEKHNIKAL. Show all posts

Wednesday, 20 November 2019

Pengertian Pending Order Dalam Forex Beserta Jenisnya

Pengertian Pending Order Dalam Forex Beserta Jenisnya




Sebelum mengetahui lebih lanjut tentang pending order. Kamu yang masih awam perlu memahami dahulu tentang trading forex. pending order adalah intruksi untuk membuka dan menutup perdagangan jika harga telah mencapai atau melewati level yang telah kamu tentukan sebelumnya. Cara ini sangat berguna ketika kamu tidak punya waktu untuk mengawasi pasar forex secara terus-menerus. Jadi, cukup putuskan harga yang ingin kamu perdagangkan, dan sistem akan melakukan sisanya. Jenis perdagangan valuta asing ini berbeda dengan market order, yang menginstruksikan broker kamu untuk segera membeli atau menjual pada harga saat ini. 

Sebuah pending order baru akan membawa kamu ke dalam perdagangan forex ketika kondisinya tepat dengan strategi yang telah ditetapkan sehingga membantu kamu tetap untung meskipun sedang tidak mengawasi kondisi pasar. Apabila harga di pasar telah mencapai level yang ditentukan, order akan bekerja secara otomatis. Bahkan saat komputer kamu mati. Ketika harga berubah atau berbalik, kamu tidak akan mengalami kerugian karena transaksi bisa dibatalkan dengan mudah. Bagi kamu yang termasuk trader pemula, proses trading forex dengan pending order mungkin terasa membingungkan. Untuk memudahkanmu, pahami dahulu jenis-jenis pending order berikut ini, yuk:


1. Buy Stop

buy stop adalah pending order untuk membeli pasangan mata uang (membuka posisi long) pada level di atas harga saat ini. Jenis order ini berarti transaksi akan dilakukan pada harga yang ada pada saat pesanan dieksekusi, yang mungkin saja berbeda dari harga yang ditentukan dalam pesanan. Buy stop biasanya ditempatkan untuk mengantisipasi bahwa harga instrumen setelah mencapai level tertentu, akan terus meningkat. Trader akan menempatkan buy stop, ketika memiliki asumsi bahwa harga akan melampaui level tertentu dan mulai tumbuh.


2. Sell Stop

Sell stops adalah jenis pending order yang digunakan untuk menjual pasangan mata uang (membuka posisi short) pada level di bawah harga saat ini. Jenis order ini berarti bahwa transaksi akan dilakukan pada harga yang ada pada saat pesanan dieksekusi, yang mungkin berbeda dari harga yang telah ditentukan dalam pesanan. Order jenis ini biasanya ditempatkan untuk mengantisipasi bahwa harga sekuritas yang telah mencapai tingkat tertentu, akan terus turun.


3. Buy Limit

Buy limit digunakan jika kamu ingin membeli pasangan mata uang (membuka posisi long) pada level yang berada di bawah harga saat ini. Order jenis ini biasanya ditempatkan untuk mengantisipasi bahwa harga sekuritas yang telah jatuh ke tingkat tertentu, akan meningkat. Trader akan menempatkan buy limit ketika dia mengandalkan asumsi kenaikan harga setelah harga turun menuju level tertentu.


4. Sell Limit

Sell limit digunakan ketika kamu ingin menjual pasangan mata uang (membuka posisi short) pada level yang berada di atas harga saat ini. Sama seperti jenis pesanan buy limit, order sell limit ini memungkinkan kamu memasuki perdagangan pada tingkat yang lebih menguntungkan daripada penawaran pasar saat ini. Trader akan menentukan sell limit ketika memprediksi bahwa harga akan naik ke level tertentu, dan kemudian mulai turun.


Tips Melakukan Pending Order dalam Trading Forex

Saat melakukan trading forex dengan pending order, pasti kamu berharap untuk selalu mendapatkan keuntungan. Namun sayangnya, tidak semua strategi yang kamu susun bisa berhasil untuk mendapatkan keuntungan yang diinginkan. Dalam hal ini, kamu perlu memahami tips dalam trading forex menggunakan prinsip stop loss dan take profit. stop loss (SL) adalah batas harga yang dimasukkan oleh trader. Ketika batas harga tercapai, posisi terbuka akan ditutup untuk mencegah kerugian lebih lanjut. Itu artinya, stop loss bisa mencegah kamu dari kerugian. Take profit (TP) juga bekerja dengan cara yang sama. Hal ini akan bekerja secara otomatis untuk menutup posisi setelah target keuntungan tercapai sehingga keuntungan dapat dikunci. Sedangkan take profit berguna untuk memaksimalkan keuntungan dengan keluar dari perdagangan segera setelah pasar berada pada harga yang menguntungkan. Kamu bisa menggunakan strategi stop loss dan take profit ini untuk jenis order apapun saat melakukan trading forex.


1. Atur Tingkat Stop Loss di Tingkat yang Wajar

Untuk menghindari kerugian, kamu bisa mengatur stop loss dengan perkiraan harga tertentu. Namun, pastikan masih berada pada tingkat yang wajar. Jangan menempatkan stop loss di level yang tidak masuk akal. Jadi, pertimbangkanlah sebaik mungkin untuk menentukan level stop loss saat melakukan trading. Caranya, kamu dapat membiarkan pasar mencapai stop loss yang telah ditentukan saat kamu memasuki perdagangan. Jadi, posisi trading akan tertutup secara otomatis ketika mencapai level tersebut. Bisa juga dengan cara keluar secara manual, ketika harga di pasar telah memberikan sinyal yang jelas kepada kamu mengenai kapan harus berhenti sebelum mengalami kerugian. Tetaplah berpikiran logis saat menyusun perencanaan level stop loss tersebut. Hindari bersifat emosional sesaat karena hal tersebut bisa saja membuat kamu kehilangan peluang untuk mendapat keuntungan.


2. Buat Strategi Terbaik dalam Menetapkan Take Profit

Dalam menentukan take profit saat trading forex, kamu perlu membuat pertimbangan dengan penyusunan strategi dan mengenali risiko. Strategi yang dibuat sebaiknya didasarkan pada perkiraan logis dan tidak terburu-buru sehingga kamu bisa memeroleh keuntungan maksimal. Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam menentukan take profit ialah dengan  menentukan level stop loss terlebih dahulu. Barulah menentukan take profit yang diperoleh dari hasil analisis risiko dan keuntungan. Baik dalam menentukan stop loss atau pun take profit, harus didasarkan pada logika. Hindari pengaruh psikologi, seperti kondisi emosional dalam membuat keputusan selama trading. Dengan strategi yang tepat, keuntungan kamu bisa lebih maksimal dan risiko kerugian pun dapat ditekan seminimal mungkin.



Friday, 25 January 2019

Kunci Sukses Dalam Menggunakan Pending Order

Kunci Sukses Dalam Menggunakan Pending Order


Salah satu fasilitas trading forex online yang jarang digunakan ialah Pending Order. Padahal, Pending Order pada forex bisa memudahkan trader untuk membuka posisi di harga berbeda dengan posisi harga sekarang, tanpa perlu berlama-lama memelototi layar. Untuk bisa menjalankan strategi Pending Order, pertama-tama Anda perlu memahami pengertian dan jenis-jenisnya, kemudian baru mengenai bagaimana cara melakukannya.


Baca Juga 

Pengertian Dan Jenis Pending Order

Pending Order adalah instruksi kita sebagai trader pada platform trading agar posisi buy atau sell dibuka setelah suatu pair forex menyentuh level harga tertentu di masa depan. Ada empat jenis Pending Order;

1. Buy Stop
 yaitu instruksi untuk membuka posisi BUY pada level harga lebih TINGGI dari harga saat ini.
2. Sell Stop
yaitu instruksi untuk membuka posisi SELL pada level harga lebih RENDAH dari harga saat ini.
3. Buy Limit
yaitu instruksi untuk membuka posisi BUY pada level harga lebih RENDAH dari harga saat ini.
4. Sell Limit
yaitu instruksi untuk membuka posisi SELL pada level harga lebih TINGGI dari harga saat ini.
Biasanya, trader menggunakan Pending Order jenis Buy Stop atau Sell Stop dengan harapan akan terjadi breakout setelah harga mencapai level tertentu. Sedangkan Buy Limit dan Sell Limit dipakai dengan harapan akan terjadi reversal.

Pasang

Cara Melakukan Pending Order
Pertama-tama, pastikan dulu bahwa broker Anda mengzinkan penggunaan Pending Order. Umumnya broker yang menyediakan platform trading Metatrader4 (MT4) memperbolehkan semuanya, tetapi ada juga yang hanya mengizinkan tipe Pending Order tertentu saja.
Jika Anda sudah menggunakan MT4, maka cara melakukan Pending Order akan sangat mudah. Buka saja jendela New Order (Order Baru) seperti biasa. Setelah formulir Order muncul, isi mata uang dan volume layaknya order pada umumnya. Setelah itu, baru lirik dropdown (panah ke bawah) di kolom “Tipe”. Di situ akan muncul jenis-jenis Pending Order yang bisa diterapkan. Pilih salah satu, lalu isikan level harga dimana order akan dibuka. Kemudian, pilih juga masa jatuh tempo (Expiry), atau berapa lama Pending Order akan berlaku. Terakhir, klik Place (Pasang)..
Dalam menerapkan Pending Order, Anda juga bisa memasang Stop Loss dan Take Profit. Dengan demikian, setelah melengkapi formulir order dan meng-klik Place (Pasang), Anda dapat langsung menutup komputer/laptop begitu saja. Nantinya, order akan terbuka dan tertutup dengan sendirinya apabila harga sudah sampai ke level-level yang telah Anda cantumkan dalam order, bahkan walaupun Anda tidak online. Mudah bukan? Inilah strategi Pending Order yang bisa sangat memudahkan trader.

Saturday, 1 September 2018

Pengertian GAP Dalam Forex Beserta Jenisnya

Pengertian GAP Dalam Forex Beserta Jenisnya


Menurut pengertiannya gap adalah satu celah kosong yang terlihat didalam chart yang terjadi karena ada ketidaksamaan pada harga pembukaan serta harga penutupan pada candle satu dengan yang lain. Gap ini biasanya bakal terisi kembali oleh gerakan harga, akan tetapi pada kenyataannya tak semuanya gap harga yang terbentuk ini bakal kembali terisi. Ada masanya gap ini tak mesti tertutup (Runaway Gap) serta ada masanya Gap bakal jadi Support Resistance yang baru.



Baca Juga :

Di saat seperti ini anda seharusnya benar benar sabar serta cermat lihat peristiwa dan kondisi karna ini dapat anda menjadikan salah satu strategi untuk mencapai keuntungan. Gap biasanya terjadi saat membanjirnya aktivitas jual beli dalam satu waktu.Gap terdiri jadi 4 bagian yang bisa anda jadikan perhatian utama saat sedang trading forex.


Common Gap
Gap yang seringkali terjadi dalam chart. Gap seperti ini umumnya bakal segera ditutup pada gerakan selanjutnya waktu closing candle. Gap seperti ini umumnya nampak ketika harga alami gerakan harga pada range spesifik serta alami desakan yang begitu kuat untuk membuat gerakan harga.
Break Away Gap
Gap ini terjadi pada waktu harga telah menembus trading range, untuk memahami gap ini sesungguhnya tidaklah terlalu susah, pada waktu ada harga yang bergerak dalam range harga spesifik dalam sebagian periode dan terjadi breakout. Waktu breakout kebawah bakal jadi harga resistance serta breakout keatas bakal jadi harga support.

Pasang


Runaway Gap
Satu teori menyampaikan runaway gap ini menjadi sebuah ukuran seberapa lama trend bakal berhenti. Meskipun begitu susah untuk memerhatikan kondisi nya, akan tetapi waktu benar  benar berlangsung waktu tengah lakukan transaksi mengisyaratkan kita mesti lebih siaga waktu lakukan transaksi.
Exhaustion Gap
Di mana harga bergerak mendekati titik akhir dari satu trend yang naik maupun turun. Bahkan juga seringkali tanda yang nampak mengisyaratkan bila trend selesai.
Dengan adanya ini lalu bisa diambil kesimpulan bila gap dapat jadikan referensi untuk memastikan tujuan harga yang kita kehendaki. Data akan menyampaikan bila gap bisa dipakai walaupun tak bisa dalam kondsi yang benar benar mask 100%, jadi bila menginginkan jadikan gap ini untuk memastikan tujuan harga anda sebaiknya memanglah memakai analaisa fundamental serta analisis teknikal untuk memprediksi kemana arah penutupan gap ini bakal berlangsung. Bila memanglah tak berlangsung telah semestinya trader menyiapkan kiat ke-2 untuk mengatasinya.

Untuk beberapa trader hari senin yaitu hari yang cukup membahagiakan karna ini yaitu hari pembukaan chart weekly di mana kadang-kadang nampak gap waktu opening chart jam 5 pagi apabila dibanding dengan penutupan di hari jumat. Cermati baik baik posisi  di senin pagi, apakah berlangsung price trades UP (Gap ke atas) atau price trades down (Gap ke bawah). Dari posisi ini lalu cek lagi apakah chart bullish atau bearish.
Perhitungannya seperti ini, bila berlangsung gap down serta bearish dapat open posisi sell serta kebalikannya bila berlangsung gap up serta bullish dapat open posisi buy.
Namun bila yang berlangsung yaitu gap up serta bearish maupun gap down serta bullish jadi yang anda kerjakan yaitu menanti sampai terbentuk chart reversal untuk buka posisi baru.
Tak ada pengetahuan tentu dalam trading, begitu halnya gap. Meskipun banyak data yang tunjukkan gap bakal tertutup kembali serta bisa jadikan referensi dalam memastikan harga tetaplah saja trader mesti begitu berhati hati serta menyiapkan strategi  cadangan sekalipun dalam lakukan transaksi.
Salam.

Thursday, 26 April 2018

Mencari Profit Forex Dengan Strategi Naked Trading

Mencari Profit Forex Dengan Strategi Naked Trading



Trading tanpa indikator, atau kadang disebut juga Naked Trading, merupakan suatu teknik bertrading forex berdasarkan pengamatan atas pergerakan harga saja, tanpa menerapkan indikator teknikal apapun di atas chart. Apa untungnya? Bagaimana cara trading tanpa indikator seperti ini? Simak bahasan lengkapnya dibawah ini.








Keunggulan Trading Tanpa Indikator


Kalau trader itu diibaratkan makeup junkie, maka indikator adalah piranti make up yang trader selalu ingin mencobanya setiap kali menemukan tools baru. Sekedar mencoba-coba saja atau memilih-milih mana yang bisa dipakai untuk mengoptimalkan sistem trading itu bagus. Asalkan tak ditumpuk terlalu banyak indikator dalam satu chart.
Semakin banyaknya indikator yang dipakai oleh trader itu tak berarti profit bakal kian membesar. Justru, ibarat wanita ber-make up menor, tentu akan kurang sedap dipandang pada akhirnya, walau jika hanya secukupnya maka bisa makin menawan. Demikian pula, penggunaan indikator yang secukupnya bisa membantu trader mencapai target, tetapi apabila chart dipenuhi indikator hingga tak lagi sedap dipandang, maka trader takkan bisa lagi mendapatkan gambaran akurat tentang kondisi pasar.
Dalam hal ini, trading tanpa indikator merupakan alternatif yang lebih unggul. Daripada pusing mencari indikator yang cocok dengan gaya trading Anda, kenapa tidak mempelajari Price Action dan Price Pattern saja? Selain dua topik tersebut, pola-pola candlestick juga bisa mendukung trading tanpa indikator.
Pasar bullish maupun bearish, pada dasarnya yang menentukan bukanlah indikator, melainkan harga. Demikian pula apakah seorang trader akan profit atau loss juga bergantung pada harga. Dengan melucuti indikator dari chart, maka trader dapat berfokus pada pergerakan harga itu sendiri. Memang tak semua trader bisa melakukannya, tetapi tak sedikit pula trader yang mampu trading tanpa indikator.

Cara Trading Tanpa Indikator


1. Mengidentifikasi Swing High/Swing Low
Swing adalah titik-titik pembalikan di atas chart yang biasanya terdiri dari level-level High dan Low yang muncul di sekitar Support dan Resisten. Identifikasi swing dapat dilanjutkan dengan melabeli setiap swing dengan empat kategori:
  • Higher Low (HL)
  • Higher High (HH)
  • Lower High (LH)
  • Lower Low (LL)


2. Definisikan Kondisi Pasar Saat Ini
Identifikasi tersebut akan membantu Anda mendefinisikan kondisi pasar. Pada umumnya, ada tiga jenis kondisi pasar:
  • Uptrend/Bullish: serangkaian HH dan HL.
  • Downtrend/Bearish: serangkaian LL dan LH.
  • Ranging/Sideways/Konsolidasi: tak ada rangkaian swing spesifik, dan biasanya terbentuk pattern seperti Wedges, Triangle, Head and Shoulders, dan lain-lain.
Untuk mendefinisikan kondisi pasar ini, Anda sama sekali tak membutuhkan indikator. Ikuti saja aturan umumnya: Pasar yang trending adalah pasar yang membentuk rangkaian Higher High dan Higher Low, atau pasar yang membentuk rangkaian Lower Low dan Lower High. Jika HL, HH, LH, dan LL tak bisa ditentukan dengan mudah, berarti kemungkinan kondisi pasar sedang ranging atau choppy.

Pasang
  
3. Putuskan Akan Bertrading Atau Tidak
Setelah mampu membaca kondisi pasar di atas chart, Anda tentu akan bisa memutuskan apakah akan bertrading atau tidak. Dalam hal ini, jika pasar tengah trending bullish, bisa relatif mudah untuk diputuskan nanti akan buy. Atau bila pasar bearish, jelas bisa ditentukan arah potensialnya sell.
Namun, ketika kondisi sideways, choppy, atau flat karena menantikan rilis News penting, maka akan sulit untuk menentukan entry maupun mematok exit, sehingga Anda boleh jadi memilih untuk tidak bertrading saja. Walaupun, ada beberapa alternatif trading saat pasar konsolidasiyang bisa ditempuh jika tetap ingin trading.


4. Identifikasi Titik-Titik Pembalikan Dan Koreksi
Dalam kondisi pasar trending, Anda bisa coba masuk pasar saat harga mengalami koreksi dari tren besarnya, atau dengan kata lain, "buy dips in uptrends and sell rallies in downtrends". Atau, tandai level-level support dan resistance untuk digunakan sebagai patokan titik pembalikan dan koreksi.
Penggunaan level Support dan Resistance ini juga dapat dilengkapi dengan pemahaman tentang:
Ketika level-level Support dan Resistance dirasa kurang meyakinkan, maka pemahaman mengenai ketiga hal itu dapat membantu Anda untuk trading tanpa indikator.

5. Tunggu Signal Trading Muncul
Langkah terakhir adalah menunggu hingga muncul suatu sinyal trading yang dapat dieksekusi. Dalam cara trading tanpa indikator, sinyal itu seringkali berupa formasi candle yang menandakan reversal maupun terjadinya breakout.
Salah satu jenis sinyal candlestick paling populer untuk analisa price action dan trading tanda indikator semacam ini adalah menggunakan pin bar. Selain itu, ada pula Shooting Star, Hammer Bullish, serta Tweezer Top and Bottom, dan lain-lain.
Selanjutnya, untuk menentukan titik Exit, Anda bisa mengkustomisasinya sendiri, baik itu dengan prinsip Equal Waves, berdasarkan rasio Risk/Reward, maupun alternatif lainnya tanpa menerapkan indikator di atas chart.

6. Susun Rencana Trading Tanpa Indikator
Tulis langkah-langkah trading tanpa indikator ini berikut pola-pola yang Anda pahami sebagai sinyal trading, dalam sebuah kertas atau checklist. Pastikan Anda mentaati semua itu dan tidak mudah dirayu oleh inspirasi sesaat yang tak jelas dasarnya.


7. Jaga Kepala Tetap Dingin
Bagi pengguna cara trading tanpa indikator, pengendalian psikologis menghadirkan tantangan tersendiri, karena akan sangat mudah untuk "memaksakan" ilusi kita tentang pergerakan harga, meski di atas chart aslinya tidak ada apa-apa. Oleh karena itu, Anda harus sungguh-sungguh berkepala dingin dalam pengambilan keputusan trading dan tak berusaha untuk mengada-adakan sinyal trading.
Ada banyak peluang untuk profit di pasar forex, tetapi peluang itu tak selalu hadir tiap hari. Juga ada kalanya Anda sebaiknya menghindar dari pasar. Hal-hal ini hanyalah beberapa dari berbagai realita dan dinamika yang perlu dihadapi semua trader, apapun teknik tradingnya.

Semoga bermanfaat

Pentingnya Mengenal Time Frame Dalam Trading Forex

Pentingnya Mengenal Time Frame Dalam Trading Forex





Untuk menghasilkan profit secara konsisten dalam dunia trading atau investasi saham, Anda perlu belajar bagaimana mengidentifikasi time frame. Menentukan time frame adalah hal yang sangat penting bagi para traders dalam menentukan gaya dan strategi trading. Tentunya, masing-masing trader memiliki kecenderungan melakukan trading dalam time frame yang berbeda. Setelah memilih saham yang tepat dengan profil risiko investor atau trader, memilih time frame trading yang cocok adalah yang paling membingungkan. Anda akan dihadapkan dengan banyak pilihan time frame mulai dari M1, M5, M15, M30, H1, H4, D1, W1 dan M1. Kali ini, Anda akan diajak untuk memilih time frame yang dapat memberikan lebih banyak keuntungan.


Apa Itu Time Frame?


Secara harfiah, time frame trading adalah periode waktu yang digunakan oleh trader untuk trading, mulai dari hitungan menit hingga bulan. 

Di dalam trading, dikenal beberapa pilihan timeframe, meliputi:

- M1, 1 Minute atau 1 menit
- M5, 5 Minutes atau 5 menit
- M15, 15 Minutes atau 15 menit
- M30, 30 Minutes atau 30 menit
- H1, 1 Hour atau 1 jam
- H4, 4 Hours atau 4 jam
- D1, 1 Day/Daily atau 1 hari
- W1, 1 Week/Weekly atau 1 minggu
- M1, 1 Month/Monthly atau 1 bulan

Jenis time frame di atas adalah pilihan standar. Dengan bantuan software online trading, Anda dapat menentukan time frame sendiri.


Mengapa Memilih Time Frame yang Cocok Penting?

Memilih time frame yang paling akurat penting dalam trading karena time frame menentukan durasi trading, frekuensi trading, waktu trading, dan potensi kerugian. Selain itu, time frame yang Anda pilih juga sangat erat kaitannya dengan gaya trading yang Anda lakukan. Sebagai contoh, jika Anda bergaya scalper, maka time frame M1-H1 mungkin tepat bagi Anda.


Cara Menentukan Time Frame yang Cocok?

Secara prinsip, setiap time frame dapat membawa keuntungan bagi trader. Pada praktiknya, setiap time frame dapat memunculkan peluang trading. Tugas trader-lah memilih time frame mana yang lebih disukai, disesuaikan dengan ketersediaan waktu dan konsentrasi. Meskipun trader bebas memilih time frame yang mereka sukai, beberapa time frame dianggap paling menguntungkan diterapkan untuk gaya trading tertentu:

M1 – M5, cocok untuk Scalping
M15 – H1, cocok untuk Day Trading
H4 – D1, cocok untuk Swing Trading
D1 – W1, cocok untuk Position Trading

Apabila ada satu hal yang perlu trader hindari sekali, itu adalah kebiasaan melirik time frame trading lain. Anda dapat menerapkan cara multi time frame trading tetapi Anda sebaiknya tetap fokus pada time frame utama.


Demikian cara yang dapat Anda lakukan untuk memilih dan menentukan time frame trading yang cocok. Sejatinya, time frame akan memengaruhi efisiensi Anda. Jika sebelumnya time frame Anda tidak memberikan hasil seperti yang diinginkan, maka akan lebih baik jika mengubahnya dan memilih yang cocok. 




Friday, 13 April 2018

Mengenal Tekhnik Hedging Dalam Forex

Mengenal Tekhnik Hedging Dalam Forex


Hedging menurut arti katanya adalah melindungi nilai. Dalam forex trading, aksi hedging berarti kita membuka dua posisi yang berlawanan sehingga meskipun harga naik atau turun nilai floating nya tetap sama.
Hedging biasanya dilakukan ketika posisi yang kita buka mengalami kerugian. Supaya kerugian tidak menjadi lebih besar, kita kunci dengan teknik hedging ini .





Sehingga selanjutnya Hedging ini dikenal juga dengan istilah Locking ( mengunci) karena saat kita menggunakan teknik hedging ini posisi kita terkunci yang membuat nilai keuntungan dan kerugian selalu bergerak beriringan.

Baca Juga :


Cara Penggunaan Hedging dalam trading forex:

Saat ini contohnya pada Desember 2016 nilai GBP/USD adalah 1.2600 .
Saya menganalisa GBP/USD akan naik menuju 1.2700 ,sehingga saya membuka posisi buy .
Beberapa menit kemudian ternyata GBP/USD bergerak berlawanan dengan prediksi saya ,yaitu turun ke 1.2580 . Artinya posisi buy saya rugi 20 point.
Agar kerugian ini tidak bertambah besar, saya membuka posisi baru yang berlawanan dengan posisi pertama , yaitu membuka posisi sell di level 1.2580.
Seandainya selanjutnya market turun lagi ke level 1.2550 maka kerugian saya tetap 20 point, karena posisi pertama rugi 50 point (1.2600 – 1.2580) dan posisi kedua untung 30 point (1.2580-1.2550) .

Begitupun seandainya market naik ke level 1.2620 , saya tetap rugi 20 point karena posisi pertama untung 20 point dan posisi kedua rugi 40 point (1.2620-1.2580) .
Dengan demikian kemanapun market selanjutnya bergerak, karena menggunakan strategi hedging kerugian saya tetap terkunci sebesar 20 point.
"Lalu apa bisa dengan kondisi yang terkunci rugi 20 point diatas berubah menjadi profit ?"
Tentu saja . ..
Selama kita bisa membuka kunci tersebut pada kondisi yang tepat.
Dan kondisi terbaik untuk menutup posisi yang menggunakan strategi hedging itu adalah ketika kita yakin bahwa selanjutnya market akan bergerak kuat ke salah satu arah , misalnya saat terjadi konvergen atau divergen.

Pasang


Contoh trik menghasilkan profit dengan teknik hedging :


Saya membuka posisi buy di 1.2550 lalu membuka sell di 1.2500 .
Kemudian pada saat market berada di level 1.2450 terjadi konvergen.
Yang harus dilakukan adalah menutup posisi sell saya yang sedang untung 50 point. Sehingga saya mendapat profit 50 point.
Karena konvergen , maka beberapa saat kemudian market memantul naik melebihi level 1.2500 , misalnya ke level 1.2525 .
Pada saat itu saya menutup posisi buy saya yang sedang rugi 25 point.
Sehingga loss 25 point ...
 Setelah kedua posisi tersebut ditutup, akumulasinya adalah = profit 50 point (posisi sell ) + loss 25 point (posisi buy )
Totalnya = profit 25 point.
Itulah strategi hedging forex , yaitu strategi yang paling sering sering digunakan oleh para trader untuk memperkecil resiko kerugian .
Strategi hedging ini bisa kita gunakan dalam trading kita sehari hari . Namun saran saya adalah :



  • Jika market sedang bergerak tak menentu, dan kita tidak yakin dengan arah trend selanjutnya , maka sebaiknya menutup kedua posisi yang sedang dilakukan hedging.
  • Tapi jika kita yakin selanjutnya market bergerak ke salah satu arah dengan kuat, maka kita tutup salah satu posisi yaitu yang erlawanan dengan arah prediksi kita. Dengan harapan posisi yang terbuka bisa meraih keuntungan lebih besar dari kerugian posisi yang telah ditutup .


Happy Trading


Wednesday, 7 March 2018

Bagaimana Cara Open Posisi yang Baik Dalam Trading

Bagaimana Cara Open Posisi yang Baik Dalam Trading

 



Mencari open posisi yang baik dalam market itu sangat penting agar equity kita tidak tergerus. Toh kita tidak ingin selalu deposit dana terus ya kan?? Nah lalu apa saja dan bagaimana cara terbaik untuk open posisi tersebut ?

Baca Juga :


Cara open posisi yang baik dalam trading :

  • Pastikan market sedang trend, Kenapa demikian ? Karena ini memiliki probability keberhasilan yg cukup baik. 
  • Identifikasi trend bisa menggunakan Moving Average dan indikator lainnya yg termasuk dalam kelompok trend.
  • Tunggu close candle pada Time Frame yang anda gunakan. 
  • Harga open pada pembukaan candle berikut menjadi harga patokkan anda.
  • Averaging atau marti, terserah, disesuaikan dengan tingkat skill dan pemahaman anda dalam trading. 
  • Dimana Close?  Close ada pada body candle, terserah mau dimana saja, paling minim ada di harga pembukaan candle. 
  • Saran saya gunakan time frame H4, lihat candle 4 jam sekali saja, supaya jangan melototin candle terus, ntar matanya loncat wkwkwkwk...


Sabar nunggu open H4. Sambil nunggu bisa ngopi ngopi ðŸ˜€
Note : sesuaikan dengan margin anda masing masing. Udah gitu aja, jangan MC lagi

Salam Profit Konsisten.

Wednesday, 28 February 2018

Tekhnik Trendline, Sederhana Tetapi Mematikan

Tekhnik Trendline, Sederhana Tetapi Mematikan


Seperti yang kita ketahui bahwa pergerakan harga, baik itu saham, mata uang, ataupun komoditas tidaklah selalu bergerak naik terus menerus ataupun turun terus menerus. Melainkan bergerak naik turun secara berulang-ulang sehingga akan menyerupai gerakan zig-zag.


Baca Juga :




Didalam pergerakan zig-zag tersebut pastilah akan kita jumpai berbagai puncak (top/high) dan lembah/dasar (low) yang tinggi dan rendahnya berbeda-beda. Pada bullish trend ( uptrend/naik) misalnya, puncak dan lembah yang ada seharusnya semakin lama akan semakin tinggi yang kita semua tidak akan tau sampai kapan trend naik tersebut akan berlanjut ataupun  berhenti. Begitu pula sebaliknya dengan bearish trend (downtrend/turun), puncak dan lembah yang terbentuk harusnya semakin lama akan semakin rendah. Sedangkan pada keadaan sideways (trendless/menyamping) puncak dan lembah yang terbentuk relatif akan sama tinggi dan rendahnya.




Cara Menggambar Garis Trend ( TRENDLINE)



Garis trend atau trendline adalah garis yang dapat menunjukkan kecenderungan arah harga dab berfungsi sebagai panduan untuk menentukan arah trend. Trendline dapat dibentuk dengan cara menghubungkan titik-titik tertentu pada riwayat pergerakan harga dalam charts. Titik-titik yang dapat dijadikan acuan dalam pembentukan trendline tidak lain dan tidak bukan adalah titik-titik harga tertinggi (high) dan terendah (low) yang tercipta pada pergerakan harga.




cara menggambar trendline bullish


pembentukan bullish trendline dapat dilakukan dengan cara menghubungkan titik nilai harga terendah pada lembah-lembah yang terbentuk ( titik L1 - L3 pada gambar). Sedangkan pembentukan bearish trendline dapat dilakukan dengan cara menghubungkan titik nilai harga tertinggi pada  harga-harga puncak yang terbentuk ( H1-H3 pada gambar). Pembetukan trendline tidak hanya bisa dilakukan pada saat trend bullish maupun bearish, melainkan juga bisa dilakukan pada saat trend sideways, yaitu dengan menghubungkan titik-titik nilai tertinggi pada puncak yang terbentuk ( untuk garis atas) serta menghubungkan titik-titik nilai ternedah pada lembah yang terbentuk.( untuk garis bawah). Ingat, yang menjadi poin pada penarikan trendline adalah "puncak-puncak" dan "lembah-lembah"yang telah terbentuk.  Bullish trendline menggunakan titik harga pada lembah-lembah yang terbentuk sedangkan bearish trendline sebaliknya. Pada nantinya, garis trendline yang anda buat akan diuji terus menerus oleh harga sehingga seolah-olah garis garis tersebut menjadi penahan pergerakan harga.


Untuk menggambar garis trend, kita bisa menggunakan disegala time frame tergantung tipe trading kita masing-masing. Tetapi akan lebih bagus menggunakan timeframe besar seperti H4,D1,W1,dan Monthly, karena biasanya garis trend akan lebih bertahan lama juga akurasi nya lebih tinggi. Sebenarnya masih banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari indikator trendline yang sederhana ini untuk mendulang profit dalam bisnis forex. Baik itu mengenai terjadinya break out pada trendline, cara konfirmasi OP yang benar,dll. Tetapi itu mungkin akan dibahas pada artikel-artikel selanjutnya. Dan satu lagi yang paling terpenting.. TIDAK ADA TEKHNIKAL DAN INDIKATOR YANG SEMPURNA 100% DALAM FOREX!!!. .  Oleh karena itu pelajari keunggulan dan kelemahan indikator trendline ini agar bisa setidaknya memberikan profit konsisten dengan belajar dan latihan di akun demo terlebih dahulu.

Happy Trading
Solusi Ketika Mengalami Loss Trading Berturut Turut

Solusi Ketika Mengalami Loss Trading Berturut Turut

 



Hallo  sobat trader semua,bagaimana aktivitas tradingnya ? masih lancar opitnya kah? mimin doakan semoga yang lancar opit nya semakin dilancarkan dan tetap konsisten. Dan buat sobat trader yang masih terombang ambing entry nya di market mimin doakan segera clear profit juga, Aamiin. jangan lupa sedekah ya sob.. 


Baca Juga :


Untuk postingan kali ini mimin cuma bisa memberikan tips sedikit mengenai solusi ketika kita mengalami masa trading loss berturut-turut. Benar-benar masa yang sangat menjengkelkan toh ? lalu apa saja solusinya?

  • Berdamailah dengan hati.
  • Jangan memaksakan diri untuk masuk market ketika timbul keraguan dalam hati.
  • Jangan bertransaksi dengan emosi walaupun kita yakin dengan analisa yang telah kita buat.
  • Tetap tenang ketika kita mengalami kesalahan analisa yang mengakibatkan margin dan equity kita "berdarah-darah."
  • Ketika mengalami hal di atas, tutup chart anda dan istirahatkanlah pikiran anda sesaat.
  • Ketika emosi kita sudah stabil, recovery kesalahan tersebut sesuai dengan strategi yang sudah biasa anda jalankan baik itu menggunakan marti angle,cut loss,atau strategi forex lain nya.
  • Ingatlah, Trading Plan dan MM yang baik dalam bertransaksi akan menjaga akun anda tetap exist dan selalu menghasilkan.

Keep calm and trade forex. Salam profit konsisten